Prologue Maxi Story – Part 2 ( The Chara-Elise )

Okay, ini lanjutan dari pembahasan sebelumnya 😀
kalau di sebelumnya kita sudah membahas tentang cerita, maka disini kita bahasa tentang para karakternya =3

Seperti pada judul, pembahasan kali ini berkutat pada Elise 😀 ( ejaannya kurang jelas jadi mari kita sebut dia elise 😀 ) untuk Marchen von Friedhof dewasa mungkin nanti gweH buatin bahasan sendiri karena di postingan sebelumnya sedikit banyak hal itu sudah dibahas 😀

mungkin bila ditemukan lebih banyak hal lagi asal usul Marchen von Friedhof dewasa itu bakal dibuatkan bahasan tersendiri

catatan : si-muka-kevlar minta sebutan untuk dia diubah, maka mulai kini mari kita sebut dia pedo-panda.

ok, back to the topic , seperti yang dketahui elise adalah boneka ( or dolfie kata si pedo-panda) yang dipegang oleh mar dewasa dan line dia di dalam lagu menanyakan pertanyaan pertanyaan dan komentar yg actyualy creepy 😀

pada lagu pertama ( hikari to yami no douwa ) line dari Elise adalah

“A decayed village… It’s almost like a graveyard, ufufu…”
………………………………………………………………………………………………………………………………….
<How come there is no one in this village?)
………………………………………………………………………………………………………………………………….
<Then… How come the villagers died a long time ago?)
………………………………………………………………………………………………………………………………….
<Then… How come there is a mother and her son in that forest?) ………………………………………………………………………………………………………………………………….
<Then… For what purpose does [Ido] call out to people?)
………………………………………………………………………………………………………………………………….
“Kill them!” “Invade them!”
………………………………………………………………………………………………………………………………….
“Even if they multiply, once they are too many, they’ll kill the
host in the end anyway… ufufu!”

itu line dari Elise, pemisah itu ( maksudnya titik titik itu loh 😀 ) itu pemisah, karena setelah itu ada jawaban dari Mar 😀

jadi pendapat kami tentang asal mula dari elise adalah begini 😀

ingat pada lirik lagu pertama yang membahas tentang mar bahwa dia tidak memiliki teman? dan akhirnya dia bertemua “gadis bermata hijau” yang menjadi temannya yang pertama.

yang ini

His very first friend was a cute green-eyed girl,

dan dijelaskan juga ( pada lagu pertama dan lagu ke 2  ) bahwa mereka harus berpisah tanpa sempat mengetahui perasaan apa yang dirasakannya ( yg ternyata disebut “love” )

pada lagu pertama juga bagian hampir akhir pada saat mar berjalan di hutan sendirian untuk pulang ( yang akhirnya dia ketemu 2 orang itu ) mar membawa boneka berbentuk sorang gadis ( ok lah, gweH tau bentuknya kek nenondroid gede gt, tapi ayolah kita anggap itu berbentuk seorang gadis D: ) , yg bila anda perhatikan, boneka itu jg memiliki mata berwarna hijau 😀

jadi kami menarik kesimpulan bahwa, setelah berpisah dari “si “gadis bermata hijau” mar membuat (atau minta buatin ) sebuah boneka untuk mengenang gadis itu.

juga di lagu pertama saat mar dilemparkan ke sumur oleh para penyerangnya.

salah satu dari mereka berkata setelah membakar boneka itu dan melemparkannya ke sumur

“Here, you can have your “friend” too!”

jadi boneka itu jg dilemparkan kedalam sumur dan kemungkinan, boneka itulah….yang menjadi Elise D:

pada awalnya kami juga tidak yakin akan hal ini sampai gweH diingatkan oleh si depi-mesum bahwa nama “gadis bermata hijau” itu adalah Elizabeth von Wettin.

jadi kemungkinan mar memberi nama boneka itu elise untuk mengenang Elizabeth, dan saat dia dilempar ke sumur ( dan entah bagaimana ) bertahan hidup dan keluar dari sumur tersebut dengan penampilan yang sudah terlalu sulit untuk disebut manusia, dia membawa elise D:

rantai penyambung disini adalah “mata yang berwarna hijau”, coba perhatikan mata mereka

Elizabeth <—> Boneka mar kecil <—> Elise

mata mereka semua berwarna hijau D: ( pada kasus elise hijau pucat, tapi tetap hijau  )

lalu pada PV pertama lihat sedikit kemiripan posisi Elizabeth dan elise saat berada di pinggir sumur dan menatap kebawah, tidak terlalu mirip but somehow it ring the bell D:

tapi sebenarnya ada teori ke 3, yah masuk akal sih walaupun pilu D:

inti dari teori ke 3 itu adalah, bahwa elise sebenarnya ga pernah hidup, itu hanya ilusi dari mar yang terkurung di sumur sejak kecil hingga dewasa dan membuat “teman khayalan” ( nonton cast away nya yg film iklan fedex itu ngga? nah liat bola voli na )

dan teman khayalan yang dibuat oleh si mar itu adalah si elise tadi sebagai makhluk hidup yang bisa diajak berkomunikasi ( walaupun tidak bisa bergerak ) . jadi bila teori ini benar, seluruh dialog dari elise dan mar dewasa itu hanya terjadi di kepala mar D:

sebenarnya dia hanya menyuarakan kebencian dan dendamnya, terutama pada saat lirik

“Kill them!” “Invade them!”

dan

“The seventh grave… let us begin our revenge”

okay, bila begitu maka mar sudah kehilangan akal sehatnya D: , tidak heran utk ukuran orang yang terkurung di dalam sumur sekian lama D:

pertanyaanya? kemana Elizabeth von Wettin yang asli ? jawabannya, kemungkinan dia sudah mati D:

lho? iya, anda bisa liad di bagian lirki lagu ke 3

That night, who came rushing in was a countess* traveling concealed
In the moonless dark, she had faith in the light of hope
Her hair all dishelved, what had brought her here was a countess girl*,
whom she held in her arms, but she was no longer breathing

pilu banget donk ?

iya, makanya dibilang tragedi gitu D:
tapi bisa juga dia ngga mati, ini kan hanya dugaan gitu, dugaan yang didasarkan atas 3 lagu tersebut D:

kalaupun salah sedikit ( atau banyak ) harap maklum 😀
kan bkn gweH yg nulis ni lagu D:

Advertisements

~ by ouja on June 27, 2010.

4 Responses to “Prologue Maxi Story – Part 2 ( The Chara-Elise )”

  1. eh gw ga mesum swt *kutuk ouja*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: