Prologue Maxi Story – Part 1 ( The beginning )

Beberapa hari ini gweH dan si “muka kevlar” membahas tentang cerita Prologue maxi “Ido e itaru Mori e itaru Ido”’

jadi bermodalkan PV Hikaro to Yami no Douwa beserta liriknya kami berusaha menyimpulkan apa yg berusaha disampaikan dari cerita ini

seperti yang kita ketahui Maxi ini dibagi jadi 3 lagu

  • Hikari to yami no douwa (The Fairytale of Light and Dark[ness])
  • Kono Semai Torikago no Naka de ( Inside of this Small Birdcage )
  • Kanojo na majou ni natta riyuu (The Reason She Became witch)

sejak awal cerita di Hikari to yami no Douwa kita semua sudah tahu bahwa  inti cerita ini berkutat pada revo yg memerankan Marchen von Friedhof yang kabur ke hutan dengan ibunya Therese von Ludowing.

entah kenapa nama mereka beda ( tolong beri info bila gweH salah )

di lagu ke 3 diceritakan bahwa mereka berpindah dari satu hutan ke hutan yang lain dikarenakan mereka dibuang dari keluarganya, tepatnya Marchen von Friedhof  yg tidak diakui sebagai anggota keluarga, yang memaksa mereka pergi dari kediaman mereka.

Therese von Ludowing belajar mengolah tanaman obat dan akhirnya menjadi seorang tabib dan akhirnya dikenal sebagai wise woman ( begitulah kira kira ) dilihat dari lirik lagu ke 3 yang ini :

Moving from forest to forest, my days of atonement
I gathehered herbs, and experimented with them

――Healing wounds, curing diseases,
even saving infants who were inclining towards winter at times,

tapi hal itu juga yang mengundang takdir buruk mereka saat akhirnya ia dituduh sebagai seorang penyihir.

dan kembali ke awal mula cerita, dikarenakan hidup mereka yang berpindah pindah, otomatis Marchen von Friedhof menjadi seorang anak yang kesepian, sampai akhirnya dia menemukan teman pertamanya. ada di lirik lagu pertama

His very first friend was a cute green-eyed girl

tapi mereka akhirnya harus pergi meninggalkan hutan itu dan Marchen von Friedhof harus mengucapkan perpisahan sebelum mengetahui perasaan apa yang dirasakannya. ditulis di lirik lagu pertama juga

but they had to part
and not until the end did he realize the name of the pain he felt then was “love”

dan setelah itu ( kita lompati bagian revo sebagai Marchen von Friedhof  dewasa ), sepertinya ia membuat boneka yang menggambarkan “Teman pertamanya” , boneka perempuan (yg kemungkinan bermata hijau sulit dilihat karena kualitas klip dan penggambarannya) sampai takdir buruk menemukannya.

2 orang ( yang kemungkinan witch hunter ) menemukannya sedang berjalan pulang dan menanyakan tempat tinggal Marchen von Friedhof ( sekarang kita sebur Mar aja ya, capek gweH ngetik nama lengkapnya =)) ) dan ibunya.

yang dengan “bodohnya” ditanggapinya, karena dia sama sekali ngga kenal apa itu kejahatan.

however he does not yet know
of the worlds feigned good or society’s spite, for he was raised not experiencing either

okay, gweH ngga nyalahin dia, dan inti kata pada saat mereka sampai di kediaman mar dan ibunya, salah satu dari orang itu ngelempar mar ke dalam sumur D:

ibunya yang melihat itu mengambil pedang dan melakukan perlawanan sambil bilang

“Even if I, Therese von Ludowing, were to fall, I’ll see to it that the ugly likes of you never reign atop of a body ever again!”

entah apa artinya sang ibu mengenal mereka sebagai suruhan “seseorang” atau cuma kata kata pemberi semangat diri sendiri. walaupun akhirnya dia kalah dan tertangkap.

dan diceritakan dia dibakar sebagai seorang penyihir, kata kata dia sebelum mati ada di lirik lagu ke 3

Look! Yes, look at this comedy… If this is how it’s going to be, then I will turn into a real witch cursing the world…

nah, kata kata di lirki itu menjadi perdebatan gweH dan si muka kevlar. dia berpendapat bahwa penyakit itu dilepas oleh mar dewasa, sementara gweH berpendapat, itu semacam kebetulan ( atau kutukan )

setelah ibu mar ( yang notabene tabib ) dibakar, ada wabah besar, tapi karena mereka sudah membunuh Therese von ludowing ( yg menurut gweH bs menyembuhkan atau minimal mengurangi korban dari wabah ini  ) desa itu tersapu bersih.

karena mereka membunuh “sang penyelamat” dengan tangan mereka sendiri dengan tuduhan penyihir

ok, itu keseluruhan kisah awal…

lalu mari kita lihat Mar dewasa yang diperankan revo, mari kita beranggapan penampilan mar dewasa sama seperti di PV. ngga mirip manusia sama sekali menurut gweH D:

so bagaimana bisa dia masih hidup setelah dilempar ke sumur?

jadi begini pendapat kami, ada bbrp versi :

pertama sewaktu dilempar ke sumur, Mar ga mati dan dia jd kek sadako, masih hidup tapi tidak bisa keluar dari sumur dan menghabiskan waktunya disana sampai dia dewasa dan bisa keluar dari sumur.

Looking up at the circular night sky, the blue moonlit night is swaying
While cursing god’s name, I sing in the abyss…

mungkin itu bisa diartikan dia menatap langit dari dalam sumur tanpa bisa keluar, dan menyalahkan Tuhan atas takdir yang menimpanya.

kenapa kami berpendapat begitu? padahal dia hanya berkatan “sing in the abyss”

karena lirik bagian ini

Embraced in the eyes of mother, I fall into the abyss…

itu sewaktu dia dilemparkan kedalam sumur dan ibu-nya menatap tidak berdaya jadi abyss disini mungkin diartikan sebagai sumur dalam yang gelap.

tapi hal ini punya kelemahan

kenapa penampilannya jadi tidak manusiawi? jadi arwah gentayangan? lebih ga mungkin lagi D:

dua dan paling masuk akal ( menurut gweH )

sewaktu dilempar ke sumur, dia memang masih hidup DAN mar ( yang sekarat ) menemukan sesuatu dibawah sana D:

something powerfull, but maybe evil D:

kalo anda jeli di lagu ke 3 anda bs dengar suara ( sumur ato apalah ) yg ga kek suara manusia yg berkata

“Horst du mich, du stehst?
Dann kann mir du glaubst…grab mich aus

yang bilang sesuai apa yg diterjemahkan di forum sana berarti kira kira berbunyi

“Can you hear me from where you stand?
Then you can believe me… now dig me up”

ah, jadi gweH berpendapat bahwa, didalam sumur sana ada “sesuatu” hal ini ditambah pula dengan lirik di lagu ke  2 bagian awal

Beneath the cold land, it was supposed to have been buried
In the darkness of history, it was supposed to have been buried
the being of shadow

ada sesuatu di bawah sana D:
dan kata kata “the being of shadow” itu sepertinya menunjukan sesuatu yg kuat..dan jahat

mungkin “sesuatu” itu memberikan mar kesempatan untuk membalaskan dendamnya. karena di akhir lagu dikatakan

“The seventh grave… let us begin our revenge”

“us” ? kenapa pula dia make kata “us” ?
ini sebenarnya bisa berarti dia bilang ke elise atau, ke “sesuatu” yang kini menyatu dengan dirinya.

siapa pula itu elise? “sesuatu” nya nga jelas ne D:
karena terlalu panjang pembahasan ini akan dipecah menjadi dua sodara2 😀

dan sekali lagi ini cuma pendapat kami, ga aneh kalau ada kesalahan 😀

kl maw taw cerita jelas cb kontak om Revo 😀

bersambung……

Advertisements

~ by ouja on June 27, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: